wuffffffff

Aku menatap ke luar jendela mengekalkan sunyi,
Melayangkan harap seperti pucukyang melambai lirih memanggil angin Ternyata cuma ada kelengangan di jalan-jalan kesepian bergemericik di selokan selokan menuju hatimu.
Sawah dan embun rindu memadukan hasratnya ingin menghijaukan cinta dalam rasa damai di bawah langit mencumbu awan-awan berarak bercanda dengan matahari.
Rumput-rumput liar menyimpan kenangan di pekarangan keningmu, melupakan bunga yang gugur.
Tetapi tanah tak ingin menyatukan kita untuk membangun doa, hidup yang jujur Sementara sungai itu biar menghanyutkan dosa-dosaku, bersama gemuruh kata yang mengendap di perahu jiwaku

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.