Aku menatap ke luar jendela mengekalkan sunyi,
Melayangkan harap seperti pucukyang melambai lirih memanggil angin Ternyata cuma ada kelengangan di jalan-jalan kesepian bergemericik di selokan selokan menuju hatimu.
Sawah dan embun rindu memadukan hasratnya ingin menghijaukan cinta dalam rasa damai di bawah langit mencumbu awan-awan berarak bercanda dengan matahari.
Rumput-rumput liar menyimpan kenangan di pekarangan keningmu, melupakan bunga yang gugur.
Tetapi tanah tak ingin menyatukan kita untuk membangun doa, hidup yang jujur Sementara sungai itu biar menghanyutkan dosa-dosaku, bersama gemuruh kata yang mengendap di perahu jiwaku
wuffffffff